Senin, 27 Desember 2010

Pendahuluan ( Potensi diri )

Potensi diri merupakan modal yang perlu kita ketahui. Kita gali dan kita maksimalkan. Karena sesungguhnya perubahan hanya bisa terjadi jika kita mengetahui potensi kita. Lalu mengarahkannya kepada tindakan yang tepat dan teruji. Jika itu terjadi, kita akan memiliki kepercayaan diri yang kuat untuk melakukan sesuatu denga mantap. Oh iya, ngomong-ngomong dimanakah letak potensi kita? Dan bagaimana kita bisa mendobraknya?

Ketahuilah sesungguhnya manusia memiliki dua sisi sikap potensial yang menonjol. Sisi positif dan sisi negatif. Kedua sisi ini masing-masing memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan diri kita. Baik buruknya diri kita merupakan refleksi dari dorongan positif atau negatifnya sikap kita. Karena Sikap menentukan segalanya.

Lalu apa sebenarnya manfaat kita mendobrak potensi yang kita miliki. Dan potensi apa yang perlu kita dobrak. Mengapa kita perlu mendobraknya. Merupakan kondisi yang perlu sama-sama kita pecahkan disini. Pekerjaan ini, tentu saja membutuhkan komitmen tinggi, agar kita dapat merealisasikannya. Jika dobrakan yang kita lakukan separuh hati, maka daya ungkitnya-pun tidak akan menonjol dan sebesar apa yang kita harapkan.

Sama dengan hukum bola pingpong. Semakin kuat kita melemparkannya, maka semakin kuat pula ia memantulkannya. Begitupun dengan masalah dobrak mendobrak. Apalagi yang mau kita dobrak adalah mental kita sendiri.

Ratapan yang tersebar disekitar kita, merupakan refleksi lemahnya daya ungkit terhadap potensi diri. Yang paling sering saya temui dalam aktifitas sehari-hari selama ini, dan saya yakin sebagian dari andapun merasakannya. Yaitu lemahnya pengharapan terhadap sesuatu hal, yang sebenarnya sangat kita inginakan. Paling sering adalah pengharapan palsu. Pengharapan yang tidak dilandasi pondasi mental yang kuat.

Pengharapan palsu yang saya maksud adalah, pengharapan yang tidak diiringi dengan tindakan nyata. Suatu keadaan yang diidam-idamkan, namun enggan membayar harganya. Jadilah impian itu hanya berada dalam lamunan kita.

Memang terkadang kita perlu memaklumi sebuah situasi yang umum terjadi di tengah-tengah kehidupan kita. Sebagai contoh, seorang pekerja disebuah perusahaan swasta yang tidak mengalami kenaikan gaji maupun peningkatan level dalam bidangnya. Kenapa kondisi itu bisa terjadi, apa sebenarnya yang menyebabkannya?

Apakah karena perusahaan tempat ia bekerja tidak didukung dengan system yang bagus? Perusahaannya tidak mengalami kemajuan, atau mungkin dari individu si pekerja itu sendiri?

Tak jarang orang yang mengalaminya, menuding bahwa faktor perusahaan tempat ia bekerja adalah penyebab ia mengalami kualitas karir yang statis. Tidak adanya promosi, tidak ada kesempatan, pilih kasih dan sebagainya.

Padahal kalau saja kita berani jujur, factor internal dari pekerja tersebut merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap terhambatnya peningkatan level yang diharapkan. Sang individulah yang seharusnya menggerakkan diri untuk berbuat, merubah keadaan.

Seperti yang saya katakan tadi. Potensi diri terdiri dari dua kekuatan, positif dan negatif. Keduanya terkadang berjalan bersamaan dan saling melengkapi. Sehingga kita tidak mampu lagi membedakan mana sikap positif dan mana sikap negatif kita. Keduanya sudah menyatu menjadi sebuah karakter yang kuat, membentuk pribadi seperti apa diri kita sekarang.

Tak jarang kita berlindung dibalik sifat negatif yang sudah kita rasionalkan. Kita mendebat orang yang berfikiran tidak sejalan dengan kita. Menutup diri terhadap pemikiran-pemikiran yang memiliki potensi luar biasa untuk berubah.

Seandainya saja kita memiliki kemauan dan komitmen tinggi untuk berubah, saya yakin kita dapat mendobraknya. Dengan modal kekuatan pengetahuan yang kita milliki. Dan kemauan besar untuk membuka diri. Saya yakin, kita bisa memaksimalkan potensi diri yang kita miliki selama ini.

MENGENALI POTENSI DIRI

Pada dasarnya setiap manusia memiliki kekuatan dan potensi masing-masing. Tapi sampai saat ini masih banyak yang belum menyadari potensi di dalam dirinya sendiri. Padahal potensi setiap orang sangat menunjang kesuksesan hidupnya jika diasah dengan baik. Nah kalo pengin tau potensi diri anda, coba deh ikuti tipsnya:

Kenali diri sendiri
Coba buat daftar pertanyaan, seperti: apa yang membuat anda bahagia; apa yang anda inginkan dalam hidup ini; apa kelebihan dan kekuatan anda; dan apa saja kelemahan anda. Kemudian jawablah pertanyaan ini secara jujur dan objektif. Mintalah bantuan keluarga atau sahabat untuk menilai kelemahan dan kekuatan anda.

Tentukan tujuan hidup
Tentukan tujuan hidup anda baik itu tujuan jangka waktu pendek maupun jangka panjang secara realistis. Realistis maksudnya yang sesuai dengan kemampuan dan kompetensi anda. Menentukan tujuan yang jauh boleh aja asal diikuti oleh semangat untuk mencapainya.

Kenali motivasi hidup
Setiap manusia memiliki motivasi tersendiri untuk mencapai tujuan hidupnya. Coba kenali apa motivasi hidup anda, apa yang bisa melecut semangat anda untuk menghasilkan karya terbaik, dll. Sehingga anda memiliki kekuatan dan dukungan moril dari dalam diri untuk menghasilkan yang terbaik.

Hilangkan negative thinking
Enyahkan pikiran-pikiran negatif yang bisa menghambat langkah anda mencapai tujuan. Setiap kali anda menghadapi hambatan, jangan menyalahkan orang lain. Lebih baik coba evaluasi kembali langkah anda mungkin ada sesuatu yang perlu diperbaiki. Kemudian melangkahlah kembali jika anda telah menemukan jalan yang mantap.

Jangan mengadili diri sendiri
Jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan dalam mencapai tujuan anda, jangan menyesali dan mengadili diri sendiri berlarut-larut. Hal ini hanya akan membuang waktu dan energi. Bangkit dan tataplah masa depan. Jadikan kegagalan sebagai pengalaman dan bahan pelajaran untuk maju.

Kini anda sudah tau kan cara mengetahui potensi diri anda? Ingat, potensi anda adalah kekuatan anda untuk menggapai sukses. So, mulai sekarang ketahuilah dan galilah potensi diri anda. Semoga sukses..!

Minggu, 19 Desember 2010

Himbauan Gubernur Banten ( Tugas PIK )

Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah mengimbau para pejabat dilingkungan pemerintahan Provinsi Banten untuk tidak menerima hadiah bentuk barang ataupun uang menjelang Natal dan Tahun Baru 2011.

"Surat imbauan disampaikan kepada Ketua DPRD Banten, para pejabat dilingkungan pemerintah Provinsi Banten serta bupati/walikota," kata Sekretaris Daerah Provinsi Banten Muhadi di Serang, Rabu,

Ia mengatakan, surat imbauan tersebut sebagai tindak lanjut dari surat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tanggal 20 Agustus 2010 tentang imbauan penerimaan hadiah hari raya Idul Fitri 1431 H, Natal 2010 dan Tahun Baru 2011.

Atas dasar surat tersebut, kata Muhadi, Gubernur Banten menyampaikan surat imbauan kepada para pejabat, unsur pimpinan dan anggota DPRD Banten, bupati dan walikota diwilayah Provinsi Banten untuk tidak menerima hadiah dalam bentuk uang, bingkisan/parsel maupun pemberian lainnya dari bawahan, rekan kerja dan atau rekanan pengusaha.

Sementara Kepala inspektorat Provinsi Banten Agus M Randil mengatakan, apabila keadaan terpaksa atau tidak terhindarkan menerima hadiah dari bawahan, rekan kerja atau rekanan, untuk segera mengkordinasikan dan melaporkan ke inspektorat Banten sebagai bahan pendataan penerimaan gratifikasi, yang selanjutnya akan diteruskan ke KPK.

"Selambat-lambatnya 25 hari setelah menerima hadiah harus dilaporkan, Saat ini kami masih melakukan pendataan," kata Agus Randil.

Selain kepada para pejabat, DPRD dan bupati/walikota, surat imbauan gubernur juga disampaikan kepada ketua organisasi profesi, rekanan dan pengusaha di Provinsi Banten untuk tidak memberikan hadiah atau pemberian lainnya kepada para pejabat Pemerintah Provinsi Banten, anggota DPRD, bupati/walikota termasuk kepada pejabat BUMD di Provinsi Banten.

"Sejak disampaikan imbauan tersebut hingga saat ini belum ada pejabat yang melaporkan kepada kami," kata Agus Randil.



Himbauan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah kepada pejabat dilingkungan pemerintahan Provinsi Banten untuk tidak menerima hadiah bentuk barang ataupun uang menjelang Natal dan Tahun Baru 2011. Surat imbauan itu disampaikan kepada Ketua DPRD Banten, para pejabat dilingkungan pemerintah Provinsi Banten serta bupati/walikota,
surat imbauan tersebut sebagai tindak lanjut dari surat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tanggal 20 Agustus 2010 tentang imbauan penerimaan hadiah hari raya Idul Fitri 1431 H, Natal 2010 dan Tahun Baru 2011.Dan atas dasar surat tersebut, Gubernur Banten menyampaikan surat imbauan kepada para pejabat, unsur pimpinan dan anggota DPRD Banten, bupati dan walikota diwilayah Provinsi Banten untuk tidak menerima hadiah dalam bentuk uang, bingkisan/parsel maupun pemberian lainnya dari bawahan, rekan kerja dan atau rekanan pengusaha.Sementara jika keadaan terpaksa atau tidak terindarkan untuk menerima hadia dari bawahan,rekan kerja atau rekanan hendaknya segera melapor kependa inspektorat Banten.Dan surat imbauan gubernur ini juga disampaikan kepada ketua organisasi profesi, rekanan dan pengusaha di Provinsi Banten untuk tidak memberikan hadiah atau pemberian lainnya kepada para pejabat Pemerintah Provinsi Banten, anggota DPRD, bupati/walikota termasuk kepada pejabat BUMD di Provinsi Banten.Dan sejak disampaikan imbauan tersebut hingga saat ini belum ada pejabat yang melaporkan tentang adanya hadiah bentuk barang atau uang tunai kepada para pejabat Kota Banten

Kamis, 16 Desember 2010

Orang Gila ( tugas PIK,model komunikasi umum Gerbner )

Hari itu senin 13 desember 2010 saya dan Lussy pergi ke sebuah pasar tradisional,dan di sana kita banyak menemukan berbagai macam hal,sala satunya penampilan orang orang yang ada si sana waktu itu,mulai dari yang rapi,lusuh,compang camping,jelek dan bakan ganteng pun ada.Dari sekian banyak orang ada satu hal yang menyita peratianku sama Lussy.Aku melihat di ujang pasar orang yang berpakaian compang camping dan aku pun berkata sama Lussy,liat yang tampak di kejauhan itu orang yang berpakaian compang camping rasa-rasanya seperti orang gila ya Luss.Lussy pun beranganggapan yang sama dengan apa yang aku pikirkan,Lussy beranggapan orang berpakaian compang camping itu orang gila,dan saat itu juga Lussy mengambil Handpone di tasnya lalu memberi taukan Alex klo dia meliat orang dengan berpakaian compang camping,dekil dan jelek di pasar dan di informasikan sebagai orang gila.Mendengar apa yang di ceritakan Lussy Alexpun memiliki pemikiran yang sama dengan Aku dan Lussy klo apa yang di lihat Aku dan Lussy sebagai orang gila.

Selasa, 14 Desember 2010

Profesi PR Prospek dan Tantangan

Peranan hubungan masyarakat (humas) dulu dan sekarang sangat berbeda. Kalau dulu identik sebagai event organizer, membawakan tas direktur, atau menemani ibu pejabat berbelanja. Sekarang humas harus bisa membuka ruang dalam menjembatani investasi dan ruang pasar penjualan produk. Bidang komunikasi dan humas kini menjadi salah satu ujung tombak sektor industri untuk bersaing dalam era globalisasi. Ini disebabkan sektor industri swasta akan saling bersaing menciptakan image positif untuk mendongkrak citra perusahaan.

Sayangnya, menurut Silih salah seorang praktisi PR.Public Relation (PR) di Tanah Air belum termanfaatkan secara maksimal. Orang telanjur menyederhanakan fungsinya, padahal bila dimaksimalkan manfaatnya sangat besar bagi kepentingan organisasi, dunia usaha, termasuk lembaga pemerintah. Public Relation sebenarnya suatu bidang yang sangat potensial di masa datang karena posisinya yang sangat strategis.Perkembangan ilmu dan profesi PR di sini semakin pesat. Ini ditandai dengan banyaknya lembaga pendidikan PR dan sejumlah organisasi PR seperti Perhumas (Asosiasi PR di Indonesia), APPRI (Asosiasi Perusahaan PR di Indonesia), Bakohumas, Forum Humas BUMN, Forum Humas Perban-kan dan sebagainya.
Dalam era globalisasi, bidang kehumasan akan sangat berperan. Perusahaan yang tak memanfaatkan bidang tersebut bakal tertinggal karena tak menguasai perolehan dan penyebaran informasi. Pentingnya bidang komunikasi dan hubungan masyarakat menjadi perhatian Silih. Dalam telaahnya, Silih melihat fungsi komunikasi dan hubungan masyarakat akan sangat terasa manakala perusahaan berupaya mengembangkan usaha dan menghindari situasi yang kurang kondusif dengan lingkungan. Oleh karena itu, bidang komunikasi dan hubungan masyarakat perlu diberikan prioritas dalam perusahaan. Dicontohkannya, menyadari atas pentingnya bidang tersebut, Perusahaan-perusahaan membentuk bidang Komunikasi Ekternal dan Hubungan Masyarakat. Dulunya bidang tersebut tak ada di perusahaan, namun setelah melakukan berbagai evaluasi dan perencanaan, kemudian dibentuk dengan tugas yang penting. Hasil positifnya, menurutnya, sistem keterbukaan dan motivasi bekerja di antara para karyawan perusahaannya menjadi semakin tinggi sebab mereka menjadi mengetahui berbagai hal yang terjadi di perusahaannya.Keberadaan bidang komunikasi dan hubungan masyarakat bukan hanya perlu untuk membina hubungan dengan pihak luar. Namun pula, ini sangat penting untuk memberikan informasi ke dalam, baik kepada pimpinan maupun sesama karyawan sendiri. “Perusahaan yang berkeinginan menciptakan suasana nyaman di lingkungannya harus menerapkan prinsip keterbukaan. Di situlah, bidang komunikasi dan hubungan masyarakat sangat berperan,” ujarnya. Demonstrasi yang terjadi pada sebuah perusahaan adalah salah satu contoh komunikasi yang macet. Perusahaan mungkin kurang terbuka atau tak memahami pentingnya komunikasi dan kehumasan sehingga apa yang menjadi kebijakan makro perusahaan tak sampai ke bawah yang ditandai dengan kecurigaan-kecurigaan oleh karyawannya. Berbagai dunia usaha sangat memerlukan dan bertukar informasi seluas-luasnya. Pada sisi lain, teknologi informasi semakin hari semakin pesat, apalagi teknologi internet semakin memasyarakat. Kebijakan sektor swasta yang memberikan prioritas bagi bidang komunikasi dan hubungan masyarakat di perusahaan, tampaknya bertolak belakang di sejumlah perusahaan BUMN dan instansi pemerintah. Belakangan ini, banyak perusahaan BUMN dan instansi pemerintah, ”melikuidasi” bidang komunikasi dan hubungan masyarakat, yang kemudian menggabungkannya di bawah bidang sekretariat atau bidang umum. CerahTapi bukan berarti bidang tersebut menjadi mati angin, justru sebaliknya. Melihat potensi jasa PR di masa depan, tak heran banyak usaha jasa konsultasi humas tumbuh dan berkembang di Indonesia.
Dari sisi pemerintah lanjutnya, masyarakat Indonesia dahulu cenderung menuruti apa kata pemerintah. Tapi sekarang mereka bisa mempertanyakan apa saja kebijakan pemerintah sehingga pemerintah harus lebih terbuka untuk menyampaikan kebijakannya kepada masyarakat. Dalam era keterbukaan masyarakat bisa mempertanyakan kebijakan pemerintah dan pemerintah harus mengkomunikasikan kebijakannya kepada masyarakat. “Di sinilah Public Relations dibutuhkan untuk mengkomunikasikan kebijakan pemerintah ke masyarakat,”

Beauty and Handsome Class

Public relationsip Bina Sasara Informatika telah menggelar Beauty and Handsome Class. Acara yang digelar pada tanggal 25 s/d 27 November 2010 ini,benar-benar diminati oleh mahasiswa PR Bina Sarana Informatika,dan hal itu bisa di liat dari antusiasme mahasiswa PR yang menghadiri Workshop Beauty and Handsome Class tersebut.

Dalam gelaran Beauty and Handsome Class ini maasiswa yang mengiluti Workshop diberi pengarahan dan praktek tentang tata cara berpenampilan dan merias diri dengan baik, panitia juga menghadirkan sang ahli dari Gatsby yang memberikan pemeriksaan dan konsultasi kulit secara gratis.Event ini ternyata rutin diselenggarakan oleh Bina Sarana Informatika Jakarta dengan tujuan seluruh mahasiswa Publick Relationsip Bina Sarana Informatika mampu berpenampilan dengan baik, karena walau bagaimana pun banyak orang yang memberikan penilaian kepada orang lainya, justru pada penampilannya terlebih dahulu bukan pada kemampuan atau keahliannnya. Kesan pertama pada penampilan seseorang akan sangat mempengaruhi langkah orang tersebut selanjutnya, maka mulailah untuk berbenah diri dengan berpenampilan yang baik, demikian diungkapkan oleh perwakilan dari Gatsby.

Selain mendapatkan pengarahan dan praktek tentang tata cara berpenampilan dan merias diri dengan baik,kita semua juga mendapatkan souvenir berupa produk dari Gatsby,untuk kita mempraktekkannya di rumah.Hal ini tentunya menjadi kebahagiaan tersendiri buat kita para mahasiswa yang mengikuti workshop,dengan mendapatkan produk secara Cuma-Cuma.

Tak Ada yang Ingin Jadi Presiden

Gantungkanlah cita-citamu setinggi langit. Kata-kata ini mungkin belum terlalu dipahami oleh bocah kecil berusia 4 atau 5 tahun. Tapi setidaknya beberapa anak-anak kolong jembatan tol kawasan Warakas, Jakarta Utara, yang ditemui, Sabtu (11/12) siang, masih mempunyai cita-cita. Ternyata, profesi dokter dan polisi menjadi impian anak-anak itu.

"Aku mau jadi dokter," kata Jamal, di sela-sela kegiatan belajar di bawah jembatan tol. Anak lainnya, Clara, Wida, Nada, dan Nadia pun mengutarakan cita-cita yang sama. Ketika ditanya kenapa mau jadi dokter, jawaban mereka sangat sederhana, "Biar bisa ngobatin orang. Jadi orang kaya."

Rupanya dalam bayangan mereka profesi dokter menjanjikan secara finansial. Bagaimana dengan yang memilih bercita-cita jadi polisi? Tak sedikit juga. Setidaknya ada 4 anak laki-laki lain yang mengaku ingin menjadi polisi. Salah satunya Riko.

"Aku mau jadi polisi," kata Riko yang menjadi anak didik di Pondok Ozanam. Namun, alasan Riko sangat mengejutkan saat ditanya apa alasannya memilih ingin menjadi polisi, "Biar bisa nembak orang," ujar Riko.

Anak-anak memang sangat polos, tapi jujur. Termasuk jujur pula saat menggelengkan kepalanya ketika diajukan pertanyaan apakah ada yang bercita-cita jadi presiden. Semua anak yang ditemui menggelengkan kepala meski tak tahu alasannya.

Melihat kondisi lingkungan tempat tinggal mereka, mungkin jawaban tentang cita-cita itu wajar mereka lontarkan. Menurut Ibu Dokter Haryati yang mengadakan layanan kesehatan gratis, anak-anak di kawasan Warakas-Papanggo, terutama yang tinggal di sekitar kolong jembatan tol, banyak yang mengalami gizi buruk dan berbagai gangguan kesehatan lainnya. Bahkan, ada satu keluarga yang memiliki 8 anak, 6 anaknya meninggal dunia karena gizi buruk.

Semoga saja cita-cita menjadi dokter tidak hanya sekadar impian. Setidaknya mereka akan berkontribusi bagi sesama.